Jumat, Oktober 23, 2015

TOLERANSI BERAGAMA

  Nama: Hilmy Yuarifki
NIM: 15.E1.0079
kelas: 02
Dosen pembimbing: Greg Daru

TOLERANSI BERAGAMA

Sebagai makhluk sosial manusia mutlak membutuhkan sesamanya dan lingkungan sekitar untuk melestarikan eksistensinya di dunia. Tidak ada satu pun manusia yang mampu bertahan hidup dengan tanpa memperoleh bantuan dari lingkungan dan sesamanya.
Dalam konteks ini, manusia harus selalu menjaga hubungan antar sesama dengan sebaik-baiknya, tak terkecuali terhadap orang lain yang tidak seagama, atau yang lazim disebut dengan istilah toleransi beragama.
 
Toleransi beragama berarti saling menghormati dan berlapang dada terhadap pemeluk agama lain, tidak memaksa mereka mengikuti agamanya dan tidak mencampuri urusan agama masing-masing. Ummat Islam diperbolehkan bekerja sama dengan pemeluk agama lain dalam aspek ekonomi, sosial dan urusan duniawi lainnya. Dalam sejarah pun, Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam telah memberi teladan mengenai bagaimana hidup bersama dalam keberagaman. Dari Sahabat Abdullah ibn Amr, sesungguhnya dia menyembelih seekor kambing. Dia berkata, “Apakah kalian sudah memberikan hadiah (daging sembelihan) kepada tetanggaku yang beragama Yahudi? Karena aku mendengar Rasulullah berkata, “Malaikat Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku menyangka beliau akan mewariskannya kepadaku. (HR. Abu Dawud). Sesungguhnya ketika (serombongan orang membawa) jenazah melintas di depan Rasulullah, maka beliau berdiri. Para Sahabat bertanya, “Sesungguhnya ia adalah jenazah orang Yahudi wahai Nabi? Beliau menjawab, “Bukankah dia juga jiwa (manusia)? (HR. Imam Bukhari). Sesungguhnya Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam berhutang makanan dari orang Yahudi dan beliau menggadaikan pakian besi kepadanya. (HR. Imam Bukhari).
Pengertian toleransi beragama : Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Dalam soal beragama, Islam tidak mengenal konsep pemaksaan beragama. Setiap diri individu diberi kelonggaran sepenuhnya untuk memeluk agama tertentu dengan kesadarannya sendiri, tanpa intimidasi.
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (QS. Yunus; 99-100). Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al Kahfi; 29)
Persoalan keyakinan atau beragama adalah terpulang kepada hak pilih orang per orang, masing-masing individu, sebab Allah Subhanahu wataala sendiri telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya. Manusia oleh Allah Subhanahu wataala diberi peluang untuk menimbang secara bijak dan kritis antara memilih Islam atau kufur dengan segala resikonya. Meski demikian, Islam tidak kurang-kurangnya memberi peringatan dan menyampaikan ajakan agar manusia itu mau beriman
Dalam sebuah Hadits, riwayat Ibnu Abbas, seorang lelaki dari sahabat Anshar datang kepada Nabi, meminta izin untuk memaksa dua anaknya yang beragama Nasrani agar beralih menjadi muslim. Apa jawab Nabi? Beliau menolak permintaan itu, sambil membacakan ayat yang melarang pemaksaan seseorang dalam beragama, yaitu Surah Al-Baqarah: 256:”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah; 256)

toleransi didasarkan atas prinsip-prinsip :
bertetangga baik,saling membantu dalam menghadapi musuh bersama,membela mereka yang teraniaya,saling menasehati, dan menghormati kebebasan beragama.
Ajaran Islam tentang toleransi beragama atau hubungan antar ummat beragama ini meliputi lima ketentuan, yakni :
Pertama, tidak ada paksaan dalam agama, "Tidak ada paksaan dalam agama (karena) sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah." (Q.S. Al-Baqarah : 256).
Kedua, mengakui eksistensi agama lain serta menjamin adanya kebebasan beragama, sebagaimana digariskan dalam Q.S. Al-Kafirun : Katakanlah : "Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku." (Q.S. Al-Kafirun 1-6).
Ketiga, tidak boleh mencela atau memaki sesembahan mereka (Q.S. Al-An'am : 108).
Keempat, tetap berbuat baik dan berlaku adil selama mereka tidak memusuhi (Q.S. Al-Mumtahanah 8-9; Q.S. Fushshilat : 34).
Kelima, memberi perlindungan atau jaminan keselamatan. Pesan Nabi صلى الله عليه وسلم ,"Barangsiapa menyakiti orang dzimmi berarti ia menyakiti diriku!"
Dari ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa toleransi yang diajarkan Islam bukanlah toleransi yang pasif -- yang sekedar "menenggang, lapang dada dan hidup berdampingan secara damai" -- tapi lebih luas lagi; bersifat aktif dan positif, yakni untuk berbuat baik dan berlaku adil.
Agama Islam juga mengakui adanya orang-orang ahli kitab yang baik dan perlunya perlindungan tempat-tempat ibadah agama lain (Q.S. Al-Ma'idah: 82; Q.S. Al-Hajj : 40).

Toleransi dalam Islam adalah otentik. Artinya tidak asing lagi dan bahkan mengeksistensi sejak Islam itu ada. Karena sifatnya yang organik, maka toleransi di dalam Islam hanyalah persoalan implementasi dan komitmen untuk mempraktikkannya secara konsisten.
    Namun, toleransi beragama menurut Islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Bukan pula untuk saling bertukar keyakinan di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu’amalah (interaksi sosial). Jadi, ada batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. Inilah esensi toleransi di mana masing-masing pihak untuk mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya.
    Syari’ah telah menjamin bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Karena pemaksaan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti agama kita adalah sikap a historis, yang tidak ada dasar dan contohnya di dalam sejarah Islam awal. Justru dengan sikap toleran yang amat indah inilah, sejarah peradaban Islam telah menghasilkan kegemilangan sehingga dicatat dalam tinta emas oleh sejarah peradaban dunia hingga hari ini dan insyaallah di masa depan.

source:berbagai sumber

30 komentar:

  1. Yaaaa saya sangat setuju dengan sikap toleransi diantara kami semua.

    BalasHapus
  2. Toleransi sangat perlu dengan umat beragama dan berbeda agama...
    agar tercapai kedamaian dalam kehidupan...

    BalasHapus
  3. Menurut Anda, bagaimana mewujudkan toleransi secara konkret? Thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan cara tidak melakukan sara maka akan ada nya toleransi dan tidak membuat perbedaan menjadi suatu masalah

      Hapus
  4. semoga dari adanya blog anda. semua agama dapat saling bertoleransi satu sama lain dan menghilangkan paradigma yang selama ini dapat dikatakan salah kaprah, semoga :)

    BalasHapus
  5. Secara keseluruhan isinya sangat menarik.Lalu menurut anda, Bagaimana pandangan tentang kedamaian yang dikaji dari sudut pandang keyakinan anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kedamaian menurut saya ya kedamaian terhadap diri kita sendiri.... jika kita yakin dengan agama yang kita miliki maka kita akan merasa damai dengan diri kita... sebalik nya jika kita tidak yakin dengan hal yg harus kita yakini maka kita akan bentrok dengan diri kita sendiri karena kita tidak yakin terhadap hal yg harus kita yakini dan kita percayai

      Hapus
  6. saya sangat setuju dengan toleransi agama karena di dunia ini tidak hanya ada satu agama kita sebagai mahluk sosial harus saling membantu apalagi dalam beragama....terima kasih hilmy karena tulisan kamu saya jadi lebih termotivasi untuk menjaga kerukunan antar umat beragama

    BalasHapus
  7. artikel yang sangat menginspirasi, thx :)

    BalasHapus
  8. Hilmy! Tulisan yang menginspirasi.
    Terus Berkarya ya.
    God Bless You. :)

    BalasHapus
  9. Thank you,artikel yang sangat menginspirasi. Godbless

    BalasHapus
  10. nice article hilmy! sangat bermanfaat dan menginspirasi

    BalasHapus
  11. Terima kasih artikel ini sangat baik sekali

    BalasHapus
  12. Artikel yang bagus sangat memberi pengetahuan baru
    lanjutkan karya nya....

    BalasHapus
  13. Junjung tinggi toleransi kesampingkan fanatik

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Toleransi sangat diperlukan dlm beragama untuk mewujudkan perdamaian

    BalasHapus
  16. ya sangat setuju dengan artikel ini karena kita harus saling toleransi antar umat agama

    BalasHapus
  17. sangat bagus artikel ini lanjutkan karya terbaik anda

    BalasHapus
  18. Bagus anak muda artikel ini berbobot

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Toleransi Agama , dua kata yang sederhana tapi penuh makna dan sangat bernilai untuk memimpin,membangun,dan menerangi dunia yang penuh dengan kedamaian dan kenyamanan . tetap semangat dan tingkatkan terus pemikiranmu untuk membuka jalan bagi kita semua untuk dunia seperti itu !

    BalasHapus
  21. Semoga orang" bukan hanya membaca tapi mengamalkan di masyrakat untuk membuat masyarakat yang madani

    BalasHapus
  22. Mantap.. Saya sangat setuju

    BalasHapus
  23. blognya bermanfaat banget buat kita semua . keren! <3

    BalasHapus
  24. Terimakasih infonya, semoga bermanfaat buat kita semua

    BalasHapus
  25. lanjutkan karya terbaik anda

    BalasHapus
  26. Nice artikel, toleransi memang dibutuhkan pada setiap zaman

    BalasHapus
  27. Toleransi sangatlah di butuhkan kita semua

    BalasHapus
  28. artikel yang sangat baik semoga bermanfaat bagi kita semua

    BalasHapus